BANGKIT……BERGERAK!

Suasana belajar di tingkat perguruan tinggi begitu berbeda dibandingkan dengan pembelajaran di tingkat SLTA ke bawah, itulah yang dirasakan Sri Rezeki yang biasa dipanggil Osy oleh kawan-kawannya.

BANGKIT……BERGERAK!

Eulis Rosy - Suasana belajar di tingkat perguruan tinggi begitu berbeda dibandingkan dengan pembelajaran di tingkat SLTA ke bawah, itulah yang dirasakan Sri Rezeki yang biasa dipanggil Osy oleh kawan-kawannya. Karena perbedaan itulah, sejak taqdir Alloh Swt. Mengantarkannya pada apa yang diharapkannya, membuat Osy semangat meraih asa dan cita-citanya, demi mendapatkan keridhoan Alloh Swt dan untuk membahagiakan keluarga serta pemberi beasiswa kepadanya, karena bagiamana pun juga Osy tidak lahir dari keluaraga berada secara ekonomi, tapi perhatian, do`a dukungan keluarga serta guru-gurunya luar biasa untuk diri Osy sebagai anak yatim sejak duduk dibangku MTs kelas 2 tahun 2000 silam.

Osy ingat betul, ketika mondok sambil sekolah di salah satu lembaga pendidikan islam `bergengsi` yang ada di Kabupaten Ciamis, dia harus berjuang untuk menggapai cinta dan cita-citanya dalam dunia pendidikan dengan penuh haru dan air mata perjuangan. Bagaimana tidak, mondok di tempat yang bonafide, dengan kondisi ekonomi pas-pasan, akan terasa berat jika dipikirkan dengan hati yang emosi dan penuh amarah pada keadaan. Tapi Alhamdulillah, didikan ayahnya yang telah wafat menguatkan hatinya, osy selalu ingat beberapa hari sebelum ayahnya meninggal beliau berpesan “Osy anaku sayang…… ayah tidak memiliki apa-apa untukmu nak…. Yang ayah perlu sampaikan adalah teruslah mencari ilmu, karena ilmu yang ayah berikan tidak akan cukup untukmu, walaupun ayah tidak mewarisimu harta, tapi dengan ilmu harta akan kau dapatkan, bahkan lebih dari itu kebahagiaan akan selalu hadir menemani hari-hari perjuanganmu dalam mencari ridho, maghfiroh dan rahmat dari Tuhan mu”. Sehingga apa pun yang terjadi Osy selalu gigih dan tersenyum menyapa hari-hari barunya disetiap waktu demi waktu yang dilaluinya.

Pernah keadaan memaksanya untuk meninggalkan bangku sekolahnya ketika naik ke kelas 3 Aliyah, ibunya berkata “Osy….anak ku yang paling kuat, dengarlah nak…. Ibu ini bekerja sendiri untuk membiayai mu dan kakak mu yang ke-3, ibu sudah tidak sanggup nak….. (padahal bekal yang diberikan di pondok untuk Osy hanya Rp 60.000.,/bulan, biaya di pondok dan Aliyah pun sudah mendapat beasiswa berprestasi walaupun tidak 100%), kamu keluar saja dari pondok dan sekolah yang sekarang…..kita pindah ke pesantren salafi saja…. Mungkin kakak mu yang pertama bisa membantu membiayai mu”. Perkataan ibunya tidak meyurutkan tekad Osy dalam menyelesaikan pendidikan di tingkat menengah atas, dia bilang sama ibu nya “Maaf…. Osy tidak akan keluar dari ranah damai ini, perkara ibu sudah tidak sanggup membiayai tidak usah jadi pikiran, gini az bu….. ibu kan punya kenalan yang suka jualan baju di pasar kecamatan, pertemukan saja Osy dengan teman ibu, nanti Osy akan bilang ingin belajar dagang dengan cara menjual pakaian miliknya untuk dipasarkan diasrama”. Ibunya menghela nafas…..hmm… baiklah sayang, besok kita ketemu bu haji Romlah di kiosnya, sekarang kamu tidur saja dahulu. Baik bu….jawab Osy.

Pagi begitu cerah sesumringah wajah Osy yang akan diajak silaturrahmi oleh ibunya ke kios bu haji Romlah, ibunya menyapa “ Osy ayo….udah siap?” dengan mantap Osy menjawab “Bismilaah bu….Osy siap”, mereka pun berjalan kaki karena memang keluarga Osy tidak memiliki kendaraan, toh dari rumah ke pasar kecamatan dekat, masih di wilayah desa yang sama yang ditempati keluarga Osy, dengan jalan kaki badan pun menjadi sehat dan bugar. Tak lama kemudian, sampailah di kios yang dituju.

“Assalamu`alaikum….”  Ibunya Osy mengucap salam, bu haji Romlah menghampiri kearah suara sambil menjawab, “Wa`alaikum salam…. Eh ada Ibu Aah…… silakan masuk bu….lama tidak ketemu ya…. “ ibu Osy menjawab “ iya bu…. Kebetulan akhir-akhir ini pelanggan saya pada macet bu…. Jadi saya belum ambil barang lagi ke ibu, in sya Alloh kalau mereka mulai bagus lagi bayar cicilannya nanti saya ambil barang dari ibu lagi”, “iya nggak apa-apa bu…. Namanya juga usaha, kadang rame kadang sepi, kadang pada semangat bayar cicilannya kadang pula harus sabar menghadapi kredit macet dan orang yang susah bayar hutang hehe” timpal bu haji Romlah….. ditengah ibunya berbincang-bincang, Osy fokus melihat barang-barang yang ada di kios sambil berpikir barang apa yang cocok untuk di pasarkan di asrama, tak lama kemudian Osy di panggil ibunya, “nak….sini sayang, bu haji pingin ngobrol langsung katanya…..” baik bu saut Osy menjawab. Percakapanpun terjadi diantara mereka.

Osy: assalamu`alaikum bu haji…… Perkenalkan saya Osy

Bu Haji Romlah: iya nak, wa`alaikum salam, gimana ada yang bisa ibu bantu?

Osy: gini bu….jika berkenan, saya ingin belajar usaha…. Maksudnya jika bu haji percaya saya ingin ambil barang/pakaian dari bu haji untuk dipasarkan atau saya jual diasrama, tapi modalnya `kepercayaan` karena modal uang kami tidak punya…..

Bu haji Romlah: baik nak…. In sya Alloh nanti ibu bantu, kira-kira barang apa yang akan di pasarkan?

Osy: paling yang biasa santriyah pakai aja bu, seperti daleman, kerudung, atasan dan bawahan, sarung, kaos kaki, manset dan gamis.

Bu haji Romlah: baik nak….. in sya Alloh nanti bu haji siapkan, mau kapan rencana memulai usahanya?

Osy: nanti…. Osy izin dulu ya bu haji ke ustdh nya di pondok….., untuk sementara osy pamit pulang untuk persiapan Kembali ke asrama, makasih banyak ya bu…. Atas kepercayaan dan bantuannya (sambil tersenyum dan penuh harap)

Bu haji Romlah: baik…. Nanti berkabar saja ya….

Osy dan ibunya berjalan keluar kios, berlalu menuju rumahnya, sesampainya di rumah osy hanya mandi, makan dan terus pamit kepada orang tuanya yang kini tinggal sendirian, bu….. osy berangkat dulu ya…. Do`akan terus biar dapat ilmu yang bermanfaat, maslahat dan berkah untuk orang banyak aamiin (genggaman tangan hangat ibunyapun dilepaskannya), osy Kembali berjalan kaki dari rumah menuju jalan utama yang biasa dilewati angkot 05 untuk mengantarkannya menuju kota, dimana setelah sampai pada perempatan graha polisi di dekat hotel The Priangan dia berhenti dan menunggu untuk naik angkot 07 menuju pondok tempatnya mencari ilmu.

Sesampainya di pondok….osy langsung menemui pengurus pesantren untuk sekedar laporan bahwa dia pulang sesuai dengan kartu izin yang diberikan pihak pondok, sehingga osy terbebas dari hukuman karena datang ‘’ngaret’’…. Memang ibunya mengajarkan agar osy menjadi anak yang disiplin lagi kuat secara mental. Alhamdulillah ke pengurus bagian perizinan selesai gumamnya dalam hati….. mumpung masih hangat-hangatnya lebih baik saya langsung menemui ustadzah Nuna aja dulu (pikirnya sambil berjalan melewati Lorong asrama menuju jalan utama yang menghubungkan asrama dewi sartika dengan rumah penanggung jawab biro keputrian di pondok.

‘’Assalamu`alaikum ustdzah’’…….. ucap osy

‘’Wa`alaikumsalam’’…… jawab ustdzah, ‘’ada yang bisa ustdh bantu’’…… balik bertanya

Osy menceritakan semua yang dibicarakan sebelumnya kepada ustdzah…… sambil berharap beliau mengizinkan osy berdagang diasrama untuk menjadi wasilah agar cinta dan cita-citanya menyelesaikan sekolah dan mondok di sini bisa terwujud……

‘’baik nak…..ustadzah izinkan, semoga harapan dan cita-citamu Alloh Swt kabulkan dan mudahkan, aamiin’’

Sejak saat itu, hampir satu tahun lamanya osy berdagang diasrama, tidak hanya mengambil barang dari bu haji Romlah tapi juga dari tante teman seasramanya yang menjual handy craft khas Rajapolah Tasikmalaya, osy tidak lagi meminta uang kepada ibunya, karena uang yang didapatkan dari berdagang alhamdulillah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari diasrama.

Karena tekad juangnya yang kuat…. Akhirnya osy mampu menyelesaikan pendidikannya di tingkat SLTA dan tetap mampu mempertahankan prestasi akademik di kelasnya, serta mendapatkan kesempatan beasiswa strata 1 sampai strata 2 di Yayasan yang sama tempat osy menimba ilmu.

 

Hikmah yang bisa diambil dari cerpen diatas diantaranya adalah

  1. Dimanapun kamu berada, Alloh Swt selalu bersamamu, sebagaimana firman Alloh Swt dalam QS Al-Hadid Ayat 4 yang artinya: “ ….. dan Dia Bersama kamu dimana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.
  2. Sesudah kesulitan, slalu ada kemudahan, sebagaimana dalam QS Al-Insyirah ayat 1-5 yang artinya:”…. Sesudah kesulitan ada kemudahan”.
  3. Alloh Swt mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, dijelaskan dalam QS Al-Baqoroh ayat 216 yang artinya:” ….boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.
  4. Manusia memiliki derajat paling tinggi, sebagaimana Alloh berfirman dalam QS Ali Imran ayat 139 yang artinya:”janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulahorang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”.

Alloh Swt memberikan ujian sesuai dengan tingkat kesanggupan kita, QS Al-Baqarah ayat 286 dengan jelas menyatakan:” Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…….”

 

By: Eulis Rosy

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin

LINK TERKAIT