Keladi Wayang (Caladium alocasia)

Keladi Wayang merupakan sekelompok tumbuhan dari genus Caladium, suku talas-talasan (Araceae). Dalam bahasa sehari-hari keladi kerap juga dipakai untuk menyebut beberapa tumbuhan lain yang masih sekerabat namun tidak termasuk Caladium, seperti talas (Colocasia)

Keladi Wayang (Caladium alocasia)

Keladi Wayang ( Caldium alocasia )

Klasifikasi Ilmiah

Nama binomial                  : Caladium

Kerajaan                             : Plantae

Klad                                     : Angiospermae

Klad                                      : Monokotil

Ordo                                     :  Alismatales

Famili                                   : Araceae

Genus                                  : Caladium

 

Keladi Wayang merupakan sekelompok tumbuhan dari genus Caladium, suku talas-talasan (Araceae). Dalam bahasa sehari-hari keladi kerap juga dipakai untuk menyebut beberapa tumbuhan lain yang masih sekerabat namun tidak termasuk Caladium, seperti talas (Colocasia). Keladi sejati jarang membentuk umbi yang membesar. Asal tumbuhan ini dari hutan Brazil namun sekarang tersebar ke berbagai penjuru dunia.

Keladi hias termasuk dalam keluarga Araceae yang merupakan keluarga besar tanaman herba tahunan yang biasa tumbuh di daerah tropis dan sub tropis, dengan jumlah sekitar 1.500 spesies (Tomasouw, 2006). Iklim di Indonesia memberikan kemudahan bagi tanaman hias ini. Di samping itu ragamnya pun begitu banyak dijumpai di Indonesia, seperti Caladium Aaron, Caladium Blaze, Caladium Polka Green, Caladium Army look, Caladium Bicalour, Caladium Tricalour, caladiun Handsome dan lain sebagainya.

Tumbuhan ini memiliki banyak variasi dari bentuk fisik dan daunnya. Secara umum keladi hias ini mempunyai daun seperti tombak atau berbentuk hati, setiap daun ditopang oleh tangkai daun kecil yang lunak, dan memiliki bentuk bunga seperti corong dengan tajuk penyangga benang sari maupun putik yang besar dan menonjol. ciri yang paling khas dari keladi adalah bentuk daunnya yang seperti simbol hati/jantung. Daunnya biasanya licin dan mengandung lapisan lilin. Ukuran keladi tidak pernah lebih daripada 1 m. Beberapa jenis dan hibridanya dipakai sebagai tanaman hias pekarangan. Walaupun demikian, penggunaannya sebagai tanaman hias cukup luas. Tumbuhan ini sudah ditangkarkan dan dimuliakan sejak akhir abad ke-18 di Eropa. Terutama C. bicolor telah mengalami banyak perubahan sifat menjadi berdaun warna-warni

Keladi dapat memunculkan anakan dan dari sini dapat dikembangkan tumbuhan baru. Ia juga dapat tumbuh dari kormus yang terdapat di tanah.Keladi menyukai tempat yang teduh, tanah yang lembap, dan suhu udara yang hangat untuk tumbuh dengan baik.

Semua bagian keladi beracun dan tidak boleh dikonsumsi. Selain mengandung nilai keindahan pada daunnya keladi hias ini juga mengandung nilai ekonomis untuk hiasan di dalam dan di luar ruangan. Karena memiliki nilai ekonomis tumbuhan ini dapat menjadi bisnis yang menjanjikan dengan keuntungan besar walaupun kebutuhan akan tanaman ini merupakan kebutuhan sekunder tetapi telah memasyarakat. Selain hiasan di rumah pribadi, keladi hias ini juga dapat digunakan di perkantoran, pertokoan, hotel, taman dan sebagainya

LINK TERKAIT