ww.web.matsada.sch.id – Hidup itu seperti roda pedati, kadang ada di bawah kadang ada di atas. Hidup itu tergantung orang yang menjalaninya, apakah akan penuh makna atau sekedar numpang lewat dan sudah begitu saja tanpa memiliki makna. Saat ini institusi pendidikan dan orang-orang yang ada di dalamnya sedang di uji bahkan bukan hanya dunia pendidikan tapi sendi-sendi kehidupan yang lainnya pun sama. Salah satu contohnya adalah bagaimana kita mampu bangkit pasca pandemi Corona ini menuju New Norm
ww.web.matsada.sch.id – Hidup itu seperti roda pedati, kadang ada di bawah kadang ada di atas. Hidup itu tergantung orang yang menjalaninya, apakah akan penuh makna atau sekedar numpang lewat dan sudah begitu saja tanpa memiliki makna. Saat ini institusi pendidikan dan orang-orang yang ada di dalamnya sedang di uji bahkan bukan hanya dunia pendidikan tapi sendi-sendi kehidupan yang lainnya pun sama. Salah satu contohnya adalah bagaimana kita mampu bangkit pasca pandemi Corona ini menuju New Normal Life.
Bangkit itu adalah bangun dari sesuatu yang tidak pernah kita harapkan atau kita bayangkan walaupun bisa jadi pernah kita bayangkan tapi tidak diinginkan. Orang tua dulu suka bilang, yang diingat itu jangan suksesnya saja tapi hal-hal terburuk yang tak pernah bisa kita bayangkan pun harus disiapkan cara menghadapinya. Kini dunia pendidikan kita tak pernah bermimpi akan mengalami yang namanya sekolah jarak jauh/belajar daring walapun untuk institusi tertentu seperti Universitas terbuka ini hal yang biasa atau bagi sebagian orang belajar dengan aplikasi sudah biasa, tapi tidak untuk kebanyak masyarakat kita Indonesia. Kenapa? Karena SDM kita belum siap kebanyakan, apakah dari segi ilmu atau dari segi pembiayaan, karena tidak semua masyarakat kita memiliki semangat bangkit dari kebodohan, bangkit dari kemalasan menuju kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Jika mental masyarakat kita kuat, yakin kehidupan baru pasca pandemi ini bisa dilewati dengan baik dan kita bisa hidup normal bersanding dengan penyakit ini dan jadi pemenang.
Tips agar kita bisa bangkit dan siap menghadapi New Normal Life adalah
Dari ke empat tips diatas, kalau dihubungakan dengan judul diatas salah satunya adalah dengan wabah ini kita bersyukur bisa lebih dekat dengan keluarga di rumah, belajar bareng dan menikmati kebersamaan dari mulai kegiatan ibadah mahdoh dan ghoer mahdoh. Sehingga tercipta bukan hanya saling kenal, tapi naik level menjadi saling memahami, saling bekerjasama, saling toleransi yang pada akhirnya mampu saling tolong menolong dalam kebaikan untuk meraih ridho dan ampunan Alloh SWT. Beradaptasi dengan kebiasaan baru seperti sering menjaga kebersihan bagi yang tidak biasa, karena islam sudah mengajarkan tentang kebersihan sebelum wabah ini ada, yakni kebersihan adalah sebagian dari iman. Menggunakan masker, ini bagi yang tidak biasa lumayan menguji kesabaran untuk bisa menjadi sebuah kebutuhan. Jaga jarak, ini juga bukan kebiasaan kita, jika mau di ubah perlu pemahaman bersama, dan itu tidak mudah. Jauhi kerumunan, di waktu tertentu bisa saja, tapi seperti saat ini menghadapi lebaran di pasar-pasar dan mall ini perlu kesadaran bersama, jika kesadaran ini kurang, bersiaplah jika terpapar virus covid-19. Selain hal-hal diatas bagi orang pendidikan harus siap dengan pembelajaran jarak jauh, dan ini tidak mudah, hanya orang-orang yang punya keinginan bangkit saja yang bisa mengikutinya, yang pada akhirnya pasca pandemi ini berakhir out put nya akan berbeda, ada yang semakin pintar ada yang tidak nambah ilmu sama sekali kecuali mengisi kehidupan dengan kesia-siaan. Na’udzubillah.
Semoga kita semua selalu mendapatkan perlindungan, hidayah dan ampunan dari Alloh SWT. Mari bangkit untuk Indonesia yang lebih baik, dan untuk kehidupan yang berlimpah berkah. Aamiin...